English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, August 13, 2013

Emas Naik Tajam Berkat Permintaan Fisik dari China


Emas berjangka terus menguat, menandai reli terpanjangnya dalam empat pekan terakhir karena melonjaknya permintaan dari China. Emas menyentuh level harian tertinggi pada perdagangan sesi Amerika tadi malam di $1.344.10 per ounce, sementara pagi ini harga masih bergerak di kisaran $1.334 pada awal perdagangan sesi Asia.

Konsumsi emas di China, pengguna terbesar di dunia setelah India, melonjak 54 persen pada semester pertama tahun 2013, menempatkan negara itu di jalur untuk menjadi konsumen emas utama disaat permintaan berkontraksi ditempat lainnya.

Konsumsi mencapai 706,36 metrik ton pada enam bulan pertama, Asosiasi Emas China mengatakan hari ini dalam sebuah laporan via e-mail. Pembelian emas batangan melonjak 87 persen menjadi 278,81 ton, sementara perhiasan naik 44 persen menjadi 383,86 ton, katanya.
Permintaan dipercepat dari pertumbuhan 26 persen pada kuartal pertama, menurut data dari asosiasi, yang didanai oleh penambang, pengolah, pengecer dan pembuat perhiasan.

Emas menuju tahun terburuk dalam tiga dekade karena beberapa investor kehilangan kepercayaan dalam logam sebagai penyimpan nilai dan di tengah spekulasi Federal Reserve AS akan membatasi pembelian obligasi. India menaikkan pajak impornya sebanyak dua kali lipat dan menahan pendanaan untuk mengatasi lonjakan permintaan setelah logam memasuki pasar Bearish pada bulan April. Cina adalah produsen emas terbesar di dunia.
"China mungkin menyalip India sebagai konsumen terbesar pada awal tahun ini," kata Zhang Wei, seorang analis di Zhaojin Futures Co di Zhaoyuan. "Permintaan di China memiliki potensi besar untuk meningkat lebih lanjut seiring pemerintahnya mendorong kepemilikan swasta."

Bullion dari kemurnian 99,99 persen di Shanghai Gold Exchange turun 27 persen dalam enam bulan pertama, dan berada di 265,90 yuan per gram ($ 1,351.30 per ounce) pada pukul 02:12 di Beijing.
Menteri Keuangan India, Palaniappan Chidambaram mengatakan pada 31 Juli India akan mengurangi impor emas di bawah 845 ton tahun ini karena Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia tersebut mengambil langkah untuk mengekang defisit current account mereka dan mempertahankan nilai mata uangnya. Negara ini telah dua kali lipat menaikkan pajak atas impornya tahun ini dan memperketat aturan pembelian luar negeri untuk mengatasi lonjakan permintaan.

Impor bersih ke Cina lebih tinggi dua kali lipat pada paruh pertama 2013 sebanyak 493 ton, dari sekitar 239 ton pada tahun lalu, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data pabean Hong Kong.

(Mario Prabowo)

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top