Emas berjangka bergerak naik pada sesi perdagangan Amerika hari Kamis (8/8), berpegang pada keuntungan setelah data ekonomi yang dirilis menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di AS naik dari yang diperkirakan pekan lalu.
Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Desember diperdagangkan naik 1,56% pada USD1,310.10 per troy ounce. Berhasil rebound cukup tajam dari level terendah hariannya di $1,282.40.
Emas berjangka Comex mencapai sesi tinggi USD1, 296,50 per troy ounce pada hari sebelumnya.
Kontrak Desember ditutup naik 0,2% pada $1,285,30 per troy ounce pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah tiga minggu di $1,272,10 per troy ounce di awal sesi.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal naik 5.000 ke penyesuaian musiman 333.000 minggu lalu.
Klaim pengangguran untuk pekan sebelumnya direvisi naik dengan keuntungan sebesar 328.000, dari 326.000 dilaporkan sebelumnya.
Para analis sebelumnya memperkirakan klaim pengangguran AS meningkat 8.000 menjadi 336.000 pekan lalu.
Investor melihat dengan seksama setiap laporan data AS baru-baru ini untuk mengukur apakah mereka akan memperkuat atau memperlemah alasan bagi Federal Reserve untuk mengurangi pembelian obligasi.
Setiap kondisi membaiknya perekonomian AS akan memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan mulai membatasi Program pembelian obligasi dalam beberapa bulan mendatang.
Presiden Fed Cleveland, Sandra Pianalto mengatakan pada hari Rabu bahwa “telah ada perbaikan yang berarti di pasar tenaga kerja dan pembatasan dapat dibenarkan jika terus menguat”.
Komentarnya menggemakan pernyataan serupa yang dibuat oleh Presiden Fed Chicago Charles Evans dan Presiden Fed Dallas Richard Fisher di awal pekan ini.
Melemahnya Dolar AS secara luas juga mendukung keuntungan terhadap komoditas yang berdenominasi dolar, menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya ketika greenback tersebut melemah.
Indeks dolar, yang melacak kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,15% diperdagangkan pada 81,17, level terendah sejak 19 Juni.
Logam mulia berada didalam jalur untuk mencatat kerugian 24% pada tahun ini di tengah kekhawatiran The Fed akan mulai untuk mengakhiri program stimulus pada akhir tahun ini.
Pergerakan harga emas tahun ini sebagian besar telah dipengaruhi oleh pergeseran harapan, apakah bank sentral AS akan mengakhiri program pelonggaran quantitative nya lebih cepat dari yang diperkirakan.
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment