KPF JAKARTA (05/08) - Dolar AS diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama selama sesi Asia hari Senin setelah aset aset berisiko seperti saham dan komoditi yang telah jatuh untuk memulai minggu yang baru.
Dalam perdagangan Asia Senin, EUR / USD turun 0,09% menjadi 1.3269. Kemudian pada hari Senin ini, zona euro juga akan merilis data resmi tentang penjualan ritel, sementara Spanyol dan Italia akan merilis data aktivitas sektor jasa.
USD / JPY naik 0,11% menjadi 99,07. Sebelumnya Senin, raksasa otomotif Jepang Toyota melaporkan laba kuartalan melonjak akibat pelemahan yen. Bank of Japan pada akhir pertemuan hari Kamis, ada beberapa spekulasi pemerintah yang akan menghentikan rencana kontroversial untuk meningkatkan pajak penjualan Jepang.
GBP / USD turun 0,11% menjadi 1,5276. Pekan lalu, Bank of England juga menetapkan suku bunga acuan tidak berubah pada 0,5% pada hari Kamis dan akan melanjutkan program pembelian aset yang tidak berubah pada GBP375 miliar.
USD / CHF naik tipis 0,05% menjadi 0,9300 untuk sementara USD / CAD naik 0,06% menjadi 1,0400 karena harga minyak diperdagangkan lebih rendah. Dalam berita ekonomi AS yang diterbitkan Jumat lalu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan ekonomi AS menambahkan 162.000 pekerjaan baru bulan lalu dan tingkat pengangguran turun menjadi 7,4%, terendah dalam empat tahun.
Departemen Perdagangan mengatakan belanja konsumen AS naik 0,5% bulan lalu setelah kenaikan 0,2% pada bulan Juni. Para ekonom memperkirakan belanja konsumen naik 0,5%.
Biro Analisis Ekonomi mengatakan pendapatan pribadi naik 0,3% pada bulan Juli. Para ekonom memperkirakan kenaikan 0,4%.
AUD / USD turun 0,28% menjadi 0,8879. Pedagang berspekulasi serta didukung oleh prospek inflasi yang rendah, RBA akan kembali menurunkan suku bunga untuk mendukung perekonomian Australia. Suku bunga acuan Australia saat ini pada rekor terendah 2,75%.
NZD / USD jatuh 1,08% menjadi 0,7752 di tengah berita bahwa China dan Rusia akan, setidaknya untuk sementara, menolak ekspor susu bubuk Selandia Baru karena ketakutan kontaminasi. Ekspor susu bubuk mencapai 15% dari ekspor Selandia Baru.
Index US Dollar naik 0,09% menjadi 82,09.










0 komentar:
Post a Comment