KPF JAKARTA (02/08) - Dolar AS bergerak mixed terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat, karena pasar yang gelisah menjelang rilis data pekerjaan AS di tengah ketidakpastian berkelanjutan atas masa depan program stimulus Federal Reserve.
Selama perdagangan pagi di Eropa, dollar berada fraksional lebih rendah terhadap euro dengan EUR / USD naik tipis 0,07% menjadi 1,3217.
Data resmi menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Spanyol jatuh untuk kelima bulan berturut-turut pada bulan Juli, turun sebesar 64.900 setelah jatuh 127.200 pada bulan sebelumnya.
Analis telah memperkirakan jumlah pengangguran turun sebesar 80.000 bulan lalu.
Euro melemah pada hari Kamis, setelah Presiden Bank Sentral Eropa Draghi mengatakan bahwa kebijakan moneter bank sentral akan tetap akomodatif.
Greenback melemah terhadap pound dengan GBP / USD menambahkan 0,27% menjadi 1,5159.
Markit kelompok riset mengatakan indeks pembelian manajer konstruksi Inggris naik menjadi 57,0 pada bulan Juli dari pembacaan 51,0 bulan sebelumnya, melampaui dari perkiraan untuk kenaikan 51,5 dan memperluas di laju tercepat sejak Juli 2010.
Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa inflasi harga rumah di Inggris naik 0,8% bulan lalu, lebih dari yang diharapkan kenaikan 0,4% setelah naik 0,3% pada bulan Juni.
Di tempat lain, greenback lebih tinggi terhadap yen dengan USD / JPY merayap 0,12% lebih tinggi untuk diperdagangkan pada 99,64, dan mantap terhadap Swiss franc dengan USD / CHF turun sampai 0,01% menjadi 0,9367.
Di Swiss, data menunjukkan bahwa PMI SVME naik menjadi 57,4 pada bulan Juli dari pembacaan 51,9 bulan sebelumnya, level tertinggi sejak Juni 2011.
Para analis telah memperkirakan indeks untuk naik ke 52,5 bulan lalu.
Greenback menguat terhadap Kanada, Australia dan Selandia Baru dengan USD / CAD naik 0,36% menjadi 1,0383, AUD / USD turun 0,49% menjadi 0,8882 dan NZD / USD melemah 0,40% menjadi 0,7862.
Biro Statistik Australia mengatakan sebelumnya bahwa inflasi harga produsen naik 0,1% pada kuartal kedua, kurang dari yang diharapkan kenaikan 0,5% setelah naik 0,3% pada kuartal sebelumnya.
Indeks dolar, yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,02% menjadi 82,42.
Investor fokus pada data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis untuk indikasi bagaimana pemulihan di pasar tenaga kerja AS apakah mengalami kemajuan, setelah sebuah laporan pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan bantuan pengangguran di AS jatuh ke level terendah sejak Januari 2008 pada pekan lalu.
Data yang kuat dapat dijadikan indikasi bahwa Federal Reserve dapat segera melakukan pembatasan program pembelian obligasi bulanan.










0 komentar:
Post a Comment