Seberapa dekat Federal Reserve untuk melakukan tapering (pengurangan stimulus)? Apakah bank sentral memiliki alternatif kedua tentang pengambilan langkah pertama dalam pertemuan di bulan September atau mereka hanya akan membuat rincian detail?
Kekhawatiran pengurangan stimulus Fed menjelang FOMC minutes (notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS) bulan Juli sudah nampak dari kemarin. Bursa-bursa saham mengalami aksi jual, harga-harga komoditi terkoreksi, nilai tukar mata uang negara emerging markets terus mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Keadaan berlawanan terlihat pada nilai tukar mata uang kawasan Eropa dan Jepang yang justru menguat terhadap dollar AS
Pasar keuangan akan meneliti hasil risalah rapat Fed Juli untuk mencari petunjuk tentang berbagai masalah, ketika risalah tersebut akan disampaikan pada pukul 2 siang pada hari Rabu, waktu setempat.
Avery Shenfeld, kepala ekonom di CIBC World Markets, berpikir bahwa pengamat Fed tidak memerlukan mikroskop dibulan ini.
Pidato baru-baru ini oleh Presiden Fed Chicago Charles Evans, Presiden Fed St Louis James Bullard, dan Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart telah menyampaikan banyak pencerahan pada debat internal di bank sentral, katanya.
"Kita tahu banyak tentang apa yang mereka pikirkan secara individual. Aku tidak melihat bagaimana “minutes” akan menambah kejelasan lagi, "katanya.
Perdebatan di The Fed dapat digolongkan ke dua faksi, kata Shenfeld.
Faksi pertama jelas melihat tapering (pengurangan stimulus) September sebagai " taruhan yang pasti," sementara yang lain mungkin bersedia, tetapi ingin melihat lebih banyak data.
Namun, banyak pengamat Fed lainnya mengatakan ada banyak wawasan yang bisa dipetik dari minutes.
Beberapa orang berpikir The Fed akan berbicara tentang "masalah-masalah logistik" jika mereka berniat untuk tapering pada bulan September.
Ini termasuk diskusi tentang ukuran pengurangan awal dalam pembelian aset dan apakah mereka berkonsentrasi pada penghematan dalam Treasury atau aset terkait hipotek.
"Jika para pembuat kebijakan sedang mempersiapkan untuk melakukan tapering secepat September, kita akan mengharapkan risalah tersebut dapat menunjukkan bahwa pembuat kebijakan membahas rincian masalah ini secara detail pada akhir Juli," kata Ward McCarthy, ekonom keuangan utama di Jefferies, dalam sebuah catatan kepada klien.
"Kami berharap bahwa risalah tersebut akan membahas tapering logistik dengan cara yang luas dan tidak samar-samar. The Fed memang menuju pengurangan, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa itu harus terburu-buru dilakukannya, "kata McCarthy.
Pernyataan kebijakan yang dikeluarkan setelah pertemuan 30-31 Juli Fed relatif dovish.
Bank sentral menegaskan itu khawatir tentang inflasi yang rendah dan mengatakan itu prihatin tentang risiko terhadap ekonomi dari suku bunga KPR yang lebih tinggi.
Kris Dawsey, ekonom di Goldman Sachs, mengatakan akan menarik untuk melihat apakah risalah tersebut kembali akan mendukung nada dovish ini.
Secara umum, risalah tersebut cenderung condong ke hawkish, karena memberikan bobot yang sama atas pandangan lebih hawkish dari beberapa presiden Fed daerah yang tidak mengikuti voting untuk tahun ini.
Shenfeld mengatakan bahwa salah satu hal yang menarik adalah apakah bank sentral akan membahas perubahan pedoman ke depan bahwa pihaknya tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek sampai tingkat pengangguran turun menjadi 6,5% asalkan inflasi tetap aman.
Bernanke menyarankan dalam kesaksiannya di Kongres pada bulan Juli bahwa 6,5% ambang batas ini bisa diganti dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah.
Bila pengurangan stimulus tersebut jadi dilakukan, maka angka pengurangannya adalah menjadi antara $20 -25 milyar per bulan.
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment