Penjualan
Ritel di
AS kemungkinan naik di bulan Juni ke level tertinggi dalam empat bulan, dipmpin oleh kuatnya permintaan untuk
kendaraan dan warga Amerika berhasil melalui dampak dari tingginya pajak, kata para ekonom sebelum laporan di rilis malam nanti.
Penjualan
ritel diperkirakan akan naik sebesar 0.8% setelah kenaikan sebesar 0.6% di bulan Mei, menurut perkiraan median dari 67 ekonom yang di survey oleh Bloomberg. Pembelian yang di luar kedaraan bermotor mungkin akan naik sekitar 0.5% setelah kenaikan 0.3%.
Biaya pinjaman yang lebih murah dan meningkatnya kemampuan rumah tangga telah memicu tingginya harga rumah dan saham yang membantu mendorong penjualan seperti mobil. Membaiknya pasar kerja juga mendasari daya belanja konsumen yang merupakan bagian terbesar dari ekonomi sehingga inilah salah satu alasan mengapa pertumbuhan di perkirakan akan naik sampai akhir tahun ini.
“Penjualan ritel terlihat akan cukup kuat di bulan Juni, khususnya mengingat bagaimana baiknya penjualan mobil,” kata Robert Rosener, seorang ekonomi di Credit Agricole CIB di New York.”Pemulihan dalam sektor rumah tangga telah meningkatkan permintaan. Kami melihat konsumen datang kembali di semeseter kedua.”
Permintaan untuk kendaraan masih menjadi titik terang seiring orang Amerika mengganti kendaraannya. Mobil dan truk kecil yang terjual di bulan Juni sebanyak 15.89 juta pada tingkat tahunan, tercepat sejak November 2007, menurut data dari Ward’s Automotive Group. Penawaran pembiayaan yang menarik dan penerimaan kerja yang stabil juga membantu meningkatkan penjualan industri.
Malam ini dari AS, kita akan melihat lebih jauh mengenai kesehatan ekonominya. Data
penjualan ritel dan data indeks manufaktur New York akan menjadi fokus pasar. Seperti yang kita ketahui, ekonomi AS amat bergantung pada aktivitas ekonomi domestiknya, sebesar 70%. Data penjualan ritel ini bisa menggambarkan kesehatan ekonomi AS. Perkiraan pasar malam ini, penjualan ritel AS m/m akan tumbuh 0,7%, lebih baik dari bulan sebelumnya 0,6%.
Sementara survei aktivitas manufaktur di New York diperkirakan menjadi 5,2, lebih rendah dari indeks bulan sebelumnya 7,8. Industri manufaktur merupakan salah satu industri yang menyerap banyak tenaga kerja AS. Bila manufaktur bagus maka kondisi tenaga kerja AS kemungkinan akan bagus juga.
Bagusnya kesehatan ekonomi AS masih akan dikaitkan dengan potensi pengurangan stimulus moneter AS dalam waktu dekat sehingga membaiknya data ekonomi AS bisa menguatkan dollar. Akan tetapi, membaiknya data ekonomi AS bisa juga mendorong kenaikan indeks-indeks saham AS.
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment