Sunday, July 21, 2013
Outlook Mingguan 22 - 26 Juli
KPF JAKARTA (21/07) - Emas berjangka mengakhiri sesi Jumat tepat di bawah harga tertinggi satu bulan, setelah komentar Ketua Federal Reserve Ben Bernanke awal pekan ini meredakan kekhawatiran terhadap kemungkinan bank sentral akan mulai mengakhiri program pembelian obligasi dalam waktu dekat.
Pergerakan harga emas tahun ini banyak dipengaruhi oleh isu tentang program stimulus ekonomi AS serta tentang waktu penghentian program tersebut. Yang mengakibatkan harga emas demikian tertekan pada tahun ini.
Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,8% pada hari Jumat untuk menyelesaikan mingguan pada USD1, 295,05 per troy ounce.
Emas berjangka kemungkinan besar akan mencari support di USD1, 242,35 per troy ounce dan resistance pada USD1, 301,75.
Pada pekan ini, harga emas menguat 0,85%, kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
Harga emas Comex naik ke tertinggi satu bulan dari USD1, 299,45 per troy ounce pada Rabu setelah pernyataan dari Bernanke.
Pada hari pertama kesaksian setengah tahunan kepada Kongres, Bernanke menegaskan bahwa Fed akan terus mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif di masa mendatang.
Dia menambahkan bahwa bank sentral mungkin mulai melakukan pembatasan program pembelian obligasi bulanan sebesar USD85 miliar pada akhir tahun ini dan menghentikannya sekitar pertengahan 2014.
Bernanke mengatakan langkah pembelian dapat dipertahankan lebih lama jika kondisi perekonomian kurang menguntungkan.
Emas telah mengalami kerugian 23% pada tahun ini di tengah kekhawatiran The Fed akan mulai mengurangi program stimulus pada akhir tahun ini.
Pada pekan depan, AS adalah untuk mempublikasikan data sektor perumahan dan manufaktur untuk lebih mengukur kekuatan ekonomi AS.
Setiap peningkatan aktivitas ekonomi AS maka kemungkinan penghentian program stimulus akan segera diakhiri yang mengakibatkan menguatnya dolar serta akan menekan emas lebih lanjut.
Di tempat lain di Comex, perak untuk pengiriman September naik 0,4% pada hari Jumat untuk menyelesaikan mingguan di USD19.46 per troy ounce. Meskipun kenaikan moderat Jumat, harga perak telah kehilangan 2,15% pada pekan ini.
Sementara itu, harga tembaga untuk pengiriman September naik 0,5% pada hari Jumat untuk menutup mingguan di USD3.146 pon.
Logam merah menemukan support pada Jumat setelah bank sentral China mengatakan pihaknya menghapus batas bawah suku bunga bank, untuk membantu bank menarik lebih banyak peminjam.
China merupakan konsumen tembaga terbesar di dunia, tercatat hampir 40% dari konsumsi dunia tahun lalu.
Meskipun kinerja optimis Jumat, harga tembaga Comex melemah 0,25% pada minggu ini.
Para pelaku pasar masih akan mengamati data dari China tentang aktifitas manufaktur yang akan dirilis pada hari Rabu depan ditengah kekhawatiran prospek ekonomi negara tersebut.











0 komentar:
Post a Comment