Friday, July 19, 2013
Langkah Langkah China Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Menopang Lapangan Kerja
BEIJING—Sejumlah lembaga di Cina menyiapkan langkah-langkah untuk menghindari pelemahan ekonomi lebih tajam serta menopang lapangan kerja meskipun hingga saat ini Beijing belum meluncurkan paket stimulus.
Kementerian sumber daya manusia Cina pekan ini mengatakan akan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak orang. Pasalnya, pemerintah akan memberikan keringanan pajak, pinjaman skala kecil berjaminan, dan ikut menanggung asuransi pegawai jika langkah itu diambil.
“Kami akan memprioritaskan pembukaan lapangan kerja yang memadai saat menciptakan berbagai tujuan pembangunan ekonomi dan sosial,” ujar Yin Weimin, Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial.
Lembaga pemerintah lainnya juga memformulasikan bermacam tindakan yang menyokong pertumbuhan. Juru bicara Kementerian Perdagangan, Shen Danyang mengatakan serangkaian kebijakan guna mendukung perdagangan akan segera digulirkan.
“Kebijakan-kebijakan tersebut tidak saja akan mendongkrak ekspor tapi juga ikut meningkatkan impor,” ujar Shen. Menurutnya, kebijakan akan berfokus pada pengurangan ongkos ekspor dan turut andil dalam memperluas pasar baru perusahaan. Ekspor Cina mengalami kontraksi sebesar 3,1% year-on-year pada Juni. Angka itu merupakan penurunan tajam dibandingkan dengan pola pertumbuhan biasanya.
Menteri keuangan Lou Jiwei mengatakan stimulus fiskal skala besar tidak masuk hitungan. Namun, Cina akan melakukan reformasi untuk mengurangi beban pajak perusahaan tahun ini dengan memusatkan perhatian pada perusahaan kecil, demikian pernyataan yang termuat dalam laman kementerian.
Kondisi pasar tenaga Cina yang stabil, tanpa disertai tanda meningkatnya angka pengangguran, menjadi alasan kunci bagi Beijing untuk meluncurkan paket stimulus besar walaupun pertumbuhan ekonomi takkan memenuhi harapan pemerintah sebesar 7,5%.
Para pemimpin cemas paket stimulus justru dapat memperlemah sistem keuangan yang telah rapuh dan menggelembungkan utang korporasi dan pemerintah. Pelbagai langkah kecil yang selama ini telah diperbuat dirancang untuk meredakan ketegangan pada sejumlah sektor penting, melonggarkan tekanan pada perusahaan kecil, dan menopang lapangan kerja.
“Kini dan esok, kami masih melihat adanya tekanan sangat besar pada lapangan kerja secara keseluruhan,” ujar Menteri Yin. Menurutnya, menyediakan lapangan kerja bagi lulusan kampus dan pekerja migran adalah tantangan terbesar.
Data lapangan kerja di Cina belum bisa diandalkan. Namun, banyak variabel yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja negeri itu masih bisa bertahan meskipun mengalami perlemahan pertumbuhan.
Data bulan Juni yang didapatkan dari Zhaopin.com, salah satu laman perekrutan tenaga kerja online terbesar di Cina, menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 40% dalam iklan lowongan pekerjaan online. Membuat perbandingan historis adalah hal sulit karena usaha Zhaopin tengah bertumbuh. Namun, setidaknya, data itu menunjukkan bahwa pasar buruh masih sanggup bertahan.
Kota-kota Cina menciptakan lebih dari tujuh juta lapangan kerja pada paruh pertama 2013. Jumlah pekerja migran yang meninggalkan lahan pertanian dan memasuki pabrik kian besar, ujar Biro Statistik Nasional Cina, Senin.
Namun, tidak semua indikasi membawa kegembiraan. Indeks manajer pembelian Cina oleh HSBC Markit untuk bulan Juni memperlihatkan bahwa banyak pabrik melakukan pengurangan pekerja selama tiga bulan berturut-turut. Subindeks lapangan kerja turun dari 48,6 pada Mei menjadi 47,6, di bawah angka 50 yang menjadi pembatas antara perekrutan dan pemecatan. Indeks manajer pembelian resmi pun menunjukkan bahwa banyak pabrik melakukan pengurangan tenaga kerja.
“Dengan pertumbuhan yang lambat, pertumbuhan lapangan kerja berada dalam tekanan,” ujar kepala ekonom HSBC Cina, Qu Hongbin pada awal bulan.
Firma riset ekonomi, FOST memperingatkan bahwa perubahan pada pasar tenaga kerja cenderung menghambat pergerakan ekonomi dalam skala lebih luas. Pasalnya, kenaikan angka pengangguran yang diakibatkan perlambatan ekonomi masih mungkin terjadi.
Sumber :http://indo.wsj.com/posts/2013/07/19/langkah-cina-jaga-pertumbuhan/?mod=WSJIdn__newsreel.











0 komentar:
Post a Comment