English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, July 2, 2013

Emas Rally di Awal Kuartal Ketiga Karena Permintan Fisik

New York, (Bloomberg) Harga emas mencatat kenaikan tertinggi dalam sembilan minggu terakhir karena permintaan untuk koin, batangan dan perhiasan rebound setelah rekor kejatuhan kuartalan. 
Pada kuartal kedua, spot emas anjlok 23 persen dan yang terbesar setidaknya sejak 1920 setelah Ketua Federal Reserve, Ben S. Bernanke mengatakan bahwa bank sentral AS akan mempertimbangkan kembali skala pembelian obligasi tahun ini. Premi untuk logam di China naik menjadi $ 36 per ounce, tertinggi sejak April, menurut Tim Gardiner, managing director dari TD Securities Inc di New York.

"Permintaan fisik di Asia terus menguat," kata Carlos Perez-Santalla, broker dari Marex North America LLC yang berbasis di New York, dalam sebuah wawancara telepon. "Fokus pada kapan pengurangan stimulus the Fed akan dimulai mungkin sudah mulai berkurang."

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 2,6 persen dan diselesaikan pada posisi $ 1,255.70 di Comex, New York, kenaikan terbesar untuk kontrak paling aktif sejak 25 April. Pada tanggal 28 Juni, harga menyentuh $ 1,179.40, terendah sejak 2 Agustus 2010.

Futures telah merosot 25 persen tahun ini, menghapus aliran dana senilai $ 59.5 milyar dari nilai produk ETF karena sebagian investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap emas sebagai penyimpanan nilai.

Harga mungkin akan naik karena pengurangan stimulus mungkin memakan waktu lebih lama dari ekspektasi beberapa analis, dan harga pun telah mendekati biaya produksi, menurut Macquarie Group Ltd.

Barrick Gold Corp, produsen emas terbesar di dunia, mengatakan pada 28 Juni bahwa mungkin akan mengambil kerugian sebanyak $ 5.5 milyar pada proyek Pascua Lama di Andes setelah harga anjlok.
Kekacauan di Mesir memicu permintaan terhadap safe haven Emas, sehingga mengimbangi pelemahan data manufaktur China yang dirilis tadi pagi. Sementara survey bisnis Tankan Jepang menunjukkan perbaikan sentimen bisnis pada triwulan lalu. Kinerja di Eropa cukup cukup mixed, setelah indeks PMI Spanyol dan Italia naik tipis dibanding bulan sebelumnya, namun aktivitas manufaktur zona Euro secara keseluruhan masih flat di 48.8 dibanding bulan sebelumnya 48.3.
Menjelang libur independence day di AS hari Kamis, kebanyakan pelaku pasar menantikan data ekonomi tenaga kerja AS hari Jumat. dan rapat bank sentral Eropa (ECB) serta BoE (Bank of England)di hari Kamis. 

Fokus utama investor saat ini adalah data pertumbuhan tenaga kerja AS untuk bulan Juni yang akan dirilis pada hari Jumat untuk melihat sejauh mana kinerja emas kedepannya. Pertumbuhan tenaga kerja untuk bulan Juni diprediksi lebih rendah dari bulan sebelumnya.  Namun jika pertumbuhan tenaga kerja yang dirilis lebih baik dari perkiraan maka akan memberikan sinyal untuk pengurangan stimulus oleh the Fed yang akan kembali menguatkan dollar dan kembali menurunkan harga emas.


(Mario prabowo)

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top