Emas berjangka diperdagangkan menguat tajam di bagian awal perdagangan sesi Asia hari Selasa (9/7) setelah sebelumnya logam kuning tersebut berada dalam kinerja yang solid selama sesi AS tadi malam.
Harga Emas menguat 1.2% hingga menembus kisaran $1.255 per troy ounce pagi ini setelah sebelumnya berada di titik terendah harian dlevel $1.232.90, setelah ditutup naik 1,93% pada USD1, 236,05 per troy ounce pada perdagangan AS Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, Senin.
Secara tehnikal Emas berjangka kemungkinan besar akan mendapatkan support kuat setelah menyentuh harga terendah di USD1, 207,25 pada hari Jumat lalu, dan resistance pada USD1, 266,55, harga tertinggi Selasa minggu lalu.
Penguatan saham-saham AS yang lebih tinggi dan penurunan dolar menjadi alasan dibalik penguatan harga emas. Selain hal itu, penurunan harga emas yang cukup tajam pada hari Jumat lalu membuat emas menjadi lebih atraktif untuk dibeli oleh para bargain hunter.
Pada hari Senin, dolar AS, yang awalnya menguat 1,5 persen ke level tertinggi tiga tahun terhadap satu keranjang mata uang, membalikkan keuntungan karena investor membukukan keuntungan terhadap kenaikannya.
Jumat lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan perekonomian AS menambah 195.000 nonfarm payrolls pada bulan Juni, jauh di atas perkiraan analis yang memprdikisikan kenaikan 165.000. Angka NFP bulan Mei juga direvisi naik menjadi 195.000 pekerjaan dari 175.000, sementara angka April direvisi naik menjadi 199.000 dari 149.000.
"Data tersebut menekan emas hari Jumat dengan cukup kuat, sehingga jelas Anda akan mengharapkan adanya rebound dan jika Anda melihat mata uang, dolar telah beranjak turun dari level tertinggi sebelumnya, sehingga ada sedikit stabilisasi di emas setelah kerugian," kata analis Credit Suisse, Karim Cherif.
Data tersebut juga menunjukkan spekulasi memicu Federal Reserve bias mulai mengakhiri program pembelian obligasi $85 miliar per bulan, yang akan kemungkinan memberikan tekanan kepada harga emas, tapi emas telah terbukti tangguh dalam beberapa hari terakhir.
Fokus investor minggu ini akan tertuju kepada hasil Minutes of Meeting dari pertemuan Federal Reserve Juni yang akan dirilis pada hari Rabu, berharap untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter AS.











0 komentar:
Post a Comment