Harga emas kembali melemah pada perdagangan hari ini, diperdagangkan di kisaran level $1.241.90 menjauhi level tertinggi pagi ini di $1.250.55 per troy ounce. Emas untuk pengiriman Desember turun sebanyak 0,6% menjadi 252,25 yuan/gram di Shanghai Futures Exchange, sebelum diperdagangkan pada posisi 252,35 yuan pukul 9 pagi waktu Singapura.
Emas berjangka naik 3,9% minggu ini, siap untuk akhiri empat minggu penurunannya dan menuju kenaikan terbesar sejak sepekan yang berakhir 26 April lalu.
Emas turun tadi malam setelah kepala ECB Mario Draghi mengisyaratkan dapat memangkas suku bunga acuan kedepannya, hal tersebut menekan kinerja euro terhadap dollar, namun pergerakan kemarin menjadi datar karena para investor masih akan menungu data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada hari ini Jumat (5/7).
Volume perdagangan tipis karena para trader enggan ambil posisi besar selama libur perayaan Hari Kemerdekaan AS.
Bursa saham Eropa menguat dan euro anjlok pada hari Kamis seiring pejabat bank sentral di wilayah euro berjanji untuk tidak ada penarikan stimulus seperti di Amerika Serikat dan diperbaharui dengan ketegangan di zona euro yang menggagalkan pemulihan di wilayah tersebut.
“Tidak banyak ada pergerakan hari ini meskipun Draghi berkomentar, kami telah terus melihat kebijakan moneter yang cukup dovish, karena itu sesuai dengan perkiraan,” kata Jonathan Butler, analis emas di Mitsubishi tadi malam.
“Saya pikir kondisi ini sangat tenang sebelum adanya badai pada hari Jumat, pasar AS hari ini libur, dan fokusnya semua pada data NFP di hari Jumat, yang mana saya pikir berpotensi terjadinya badai, jika data hasilnya sejalan dengan perkiraan maka mungkin akan lebih banyak aksi jual untuk emas, tambahnya.
Data Non Farm Payroll akan dirilis malam ini pada pukul 19.30wib bersamaan dengan rilis angka pengangguran yang diprediksi turun menjadi 7.5% dari 7.6% pada bulan lalu.
(Mario Prabowo)











0 komentar:
Post a Comment