Dollar sudah menguat 5% tahun ini, terbesar di antara negara maju. Indeksnya bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun bulan ini. Karena posisinya yang sudah tinggi, dan tidak didukung oleh sikap the Fed, dollar menjalani fase koreksi. Padahal data-data ekonomi AS masih tergolong baik.
Indeks dollar melemah 0,2% ke 82,52 hari ini, setelah turun 0,2% akhir pekan lalu. Indeks ini sudah jatuh ke bawah Moving Average 25 harinya. Support ada di 82,29 (low 11/7). Dalam grafik mingguan, posisinya kini sudah di bawah 50% retracement penguatan 16 Juni-7 Juli, sedang menuju 61,8% di 82,14, kalau level support itu ditembus. Terhadap franc, dollar melemah 0,3% ke 0,9393, setelah melemah 0,4% akhir pekan lalu. Bearish continuation akan terjadi bila dollar ditutup di bawah 0,9400.
Atas yen, dollar melemah 0,5% ke 99,96. Yen reli meski setelah kemenangan partainya shinzo Abe, Partai Demokratik Liberal (LDP) meraih mayoritas di majelis tinggi, memuluskan upaya stimulus agresifnya. Karena sudah diperkirakan, hal ini tidak banyak berdampak ke yen. Dollar akanj terus berusaha bertahan di level 100. Bearish continuation akan terjadi bila jatuh ke bawah 98,40.
Euro, sterling dan aussie juga terlihat menguat. Euro diperdagangkan di $1,3150, atau menguat 0,1%. Tapi diperlukan dorongan agar bisa kembali menapaki level $1,32. Sterling naik 0,3% ke $1,5284, yang merupakan 50% retracement kejatuhan 17 Juni-9 Juli. Sedangkan aussie naik 0,1% di $0,9210, namun belum mampu menembus Moving Average 25 harinya.











0 komentar:
Post a Comment