English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, July 17, 2013

Bersaksi Didepan Kongres, Apalagi Kejutan Bernanke?


New York (17/7) - Ben Bernanke identik dengan kejutan bagi pasar. Pekan ini, pasar pun harus bersiap-siap menanti kejutan baru dari Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) tersebut.

Bernanke pekan ini memiliki jadwal dua hari yang dapat membuat pasar keuangan global panas-dingin. Pada Rabu (17/7/2013) akan memberikan pernyataannya tentang kebijakan semester pertama di Kongres. Sementara Kamis besoknya, Bernanke akan memberikan ulasan di Komite Perbankan Senat AS.

Analis pasar uang di Westpac, Tonert Rennie menyarankan supaya investor jangan bertaruh dengan pernyataan Ben Bernanke. Namun untuk menghadapi berbagai kejutan, harus menyiapkan strategi.

"Jangan pernah berkata tidak pernah dengan Bernanke. Pada pekan lalu banyak yang terjadi dan ia selalu mengejutkan pasar," katanya seperti mengutip cnbc.com, Selasa (16/7/2013).

Bisa saja dengan data penjualan ritel di bulan Juni yang di bawah perkiraan, Bernanke akan mengulangi untuk mempertahankan stimulus moneter senilai US$85 miliar per bulan. Sinyal tersebut dapat saja dia ungkapkan pada jadwalnya memberikan pernyataan.

"Dalam beberapa pekan terakhir dia memberikan pesan telah terjadi perbaikan ekonomi AS sehingga ada kesan mengurangi stimulus. Tetapi kemudnian pekan lalu dia memberikan pesar tetap mempertahankan. Jadi saya pikir pasar akan hati-hati menjelang pernyataan Bernanke," jelasnya.

Kejutan terhebat terjadi pada bulan Mei lalu. Pasar masih ingat, Bernanke justru menyarankan untuk mengurangi stimulus moneter yang agresif pada akhir tahun ini. Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang kepanikan di pasar keuangan global.

Kepanikan tersebut telah meruntuhkan pasar saham, pasar obligasi, dolar dan pasar emas. Pasar baru lega setelah dia sendiri yang mengungkapkan saat ini masih perlu kebijakan yang akomodatif.

Namun sebelum Bernanke membuat kejutan, ada terakhir telah membuat pasar was-was. Data penjualan ritel AS bulan Juni naik hanya 0,4% dari ekspektasi pasar yang naik 0,8%. Hal ini telah memicu perkiraan untuk PDB kuartal kedua akan lebih lemah.

"Ini adalah ekonomi berbasis konsumen, tanpa penjualan ritel yang mendekati perkiraan maka itu adalah perlambatan. Dari perkiraan saat ini, PDB berpotensi negatif," kata Presiden Tradersaudio, Ben Lichtenstein.

Pasar kian cemas dengan kejutan dari Bernanke. Apalagi, dia akan lebih banyak waktunya di Washington untuk menjelaskan kebijakan ekonominya kepada Kongres. Hal ini memunculkan potensi ekonomi bergerak ke arah perlambatan lagi.

Seperti yang sudah-sudah, Bernanke sulit untuk diprediksi. Namun investor dan pasar bebas untuk menebak dan memprediksi.


(inilah.com/Mario Prabowo)

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top