
Dia juga menyatakan, "Dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi dan penurunan yang hanya bertahap, belum lagi tingkat inflasi yang di bawah estimasi Komite, kebijakan moneter yang akomodatif masih tetap dibutuhkan di masa yang akan datang."
Namun, lanjut Bernanke, jika data ekonomi menunjukkan adanya penguatan pada pasar tenaga kerja dan tingkat inflasi bergerak ke level 2% seperti target bank sentral, "Kami mengantisipasi bahwa akan sangat tepat jika kami melakukan pembelian obligasi secara moderat akhir tahun ini."
Dalam penjelasannya, dia kembali menegaskan bahwa rencana tersebut bisa berubah tergantung dengan data ekonomi yang akan datang.
Dalam sesi tanya jawab atas pernyataannya, Bernanke menjelaskan bahwa ia tidak memberikan petunjuk bagi pelaku pasar mengenai rencana kebijakan moneter yang akan diambil karena akan meningkatkan risiko di pasar. Apalagi, rumor mengenai kebijakan ini yang menyebabkan pasar bergerak volatil beberapa waktu belakangan.
"Pasar mulai mengerti pesan kami dan tingkat volatilitas sudah mulai mereda," tambah Bernanke.
Dalam testimoninya itu, Bernanke juga memisahkan kata antara mengurangi pembelian aset dan melakukan kebijakan moneter yang akomodatif. "Kami tetap mengandalkan kebijakan suku bunga rendah mendekati nol dalam jangka pendek, bersama dengan panduan ke depannya di mana suku bunga akan terus berada di level rendah untuk tetap menjaga kebijakan moneter yang akomodatif selama beberapa periode setelah program pembelian aset berakhir," paparnya.
Berdasarkan prediksi the Fed dari pertemuan Juni, tingkat pengangguran diprediksi sekitar 7,2%-7,3% pada akhir 2013 dan 6,5%-6,8% pada akhir 2014.
Sedangkan pertumbuhan PDB/GDP diprediksi 2,3%-2,6% tahun ini, sebelum akhirnya naik menjadi 3%-3,5% pada tahun depan.
(Mario Prabowo)










0 komentar:
Post a Comment