Bloomberg, (10/7) - Nilai aset dari reksadana (ETF) berbasis emas di
India sebagai konsumen terbesar dunia jatuh untuk bulan ketiga pada
bulan Juni seiring dengan makin mendalamnya pasar bearish di bullion.
Tingkat kepemilikan ETF turun 9,2 persen menjadi 96,1 miliar rupee (US $ 1,6 miliar) pada tanggal 30 Juni dibandingkan bulan sebelumnya, kata Asosiasi Reksa Dana di India dalam website-nya, tanpa memberikan data volume. Nilai aset telah kehilangan 20 persen sejak mencapai rekor 120.6 milyar rupee pada bulan Januari lalu, berdasarkan data tersebut. Emas berdenominasi rupee telah turun 4,5 persen pada bulan Juni, jatuh untuk bulan ke-10.
Emas global dalam produk ETF yang diperdagangkan di bursa telah jatuh di bawah 2.000 metrik ton untuk pertama kalinya sejak Mei 2010 setelah bullion merosot pada ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mengurangi langkah-langkah stimulus moneternya. Emas berdenominasi dolar turun 23 persen di kuartal terakhir, kerugian terbesar setidaknya sejak 1920 karena sebagian investor telah kehilangan kepercayaan terhadap logam kuning tersebut sebagai penyimpan nilai ditengah tanda-tanda membaiknya ekonomi AS.
'India memiliki harga yang sensitif sehingga mereka akan menghindar dari pasar pada saat volatilitas menjadi lebih tinggi,' ungkap Chirag Mehta, fund manager dari Quantum Asset Management Co. 'Permintaan di pasar ETF bergerak seiring dengan permintaan di pasar fisik dan kita seharusnya bisa melihat membeli akan muncul selama musim festival setelah volatilitas di bulan Juni dan Juli.'
Bullion berjangka di Mumbai merosot ke 24.830 rupee per 10 gram pada 28 Juni lalu, level terendah sejak Agustus 2011. Kontrak untuk pengiriman Agustus sedikit berubah di harga 26.028 rupee pada Multi Commodity Exchange of India Ltd jam 11:30 waktu setempat, sementara spot emas di London adalah 0,4 persen lebih rendah pada level $ 1,246.30 per ounce.
Redemsi dari ETF emas adalah 2,06 miliar rupee pada bulan Juni, menurut data dari asosiasi reksa dana. India yang melegalkan perdagangan ETF pada tahun 2007, saat ini memiliki 14 jenis reksadana tersebut.










0 komentar:
Post a Comment