KOMPAS.com - Saat hendak menuju Kuningan dari arah
Cirebon atau sebaliknya, tepatnya di wilayah Gronggong, Anda akan
menemukan kawasan layaknya berada di Puncak, Jawa Barat. Ya, kawasan
dengan udara semilir sejuk, rumah penduduk dan sawah terhampar dari
ketinggian serta rumah makan berjajar di sepanjang jalan.
Cobalah
untuk mampir sejenak ke salah satu rumah makan yang ada, misalnya
Restoran Klapa Manis. Dari luar, sudah terlihat restoran ini berlatarkan
pemandangan alam kota Cirebon. Benar saja, begitu masuk restoran yang
sebagian dinding dan perabotnya terdiri dari kayu dan bambu, langsung
terpampang pemandangan langit cerah dengan gumpalan-gumpalan awan
menopang kota yang ada dibawahnya.
Menurut GM Kelapa Manis, Nono
Warsono, rumah makan ini telah berdiri sejak Agustus 2010. Rumah makan
buka mulai jam 10.00 hingga 22.00, sedangkan untuk malam Minggu sampai
jam 23.00. Berbeda dengan bangunan pada umumnya, rumah makan ini
memiliki empat lantai yang berundak ke bawah.
Tiap lantai
menawarkan suasana berbeda, lantai satu yang merupakan lantai paling
atas disediakan untuk pengunjung umum. Sedangkan lantai dua bisa dipakai
lebih privat, biasanya dipakai untuk rapat, pertemuan perusahaan, dan
ulang tahun.
Lantai tiga merupakan tempat untuk lesehan. Ada
ranjang tempat tidur zaman dulu yang dijadikan tempat lesehan. "Dulu
orang pakai kelambu yang dipasang di sana. Itu kita jadiin tempat
lesehan, tapi sudah nggak pakai kelambu cuma ranjangnya saja buat
lesehan," tutur Nono.
Masih di lantai yang sama, juga ada meja
yang terbuat dari mesin jahit. Mesin di atasnya sudah dihilangkan
dijadikan meja untuk makan. Sedangkan ciri mesin jahit di bagian bawah,
tetap dipertahankan. Yang terakhir, yakni lantai empat merupakan
pelataran dan pendopo yang bisa dijadikan tempat melangsungkan resepsi
pernikahan dan pesta.
"Lantai empat hampir sama seperti lantai dua cuma dia konsepnya kebun. Ada joglo di sana," katanya.
Urusan
makanan, nasi liwet menjadi salah satu menu favorit di sini. Nasi liwet
dibuat berbentuk paket yang dapat dinikmati oleh empat orang. Isinya
ada ayam ungkap, pepes ikan peda, tempe tahu, lalapan, dan tak
ketinggalan sambal lalap. Sambel lalap untuk liwet berbeda, rasanya
pedas manis padahal cabe sangat merah menggoda.
Yang paling
mencolok yakni adanya pete yang menjadi salah satu favorit tamu. Pete
yang disajikan ada yang dibakar dan ada yang digoreng. Sedangkan ayam
ungkap dipilih ayam pejantan. Karena, kata Nono, jika dipilih ayam
kampung, tekstur ayam lebih keras.
"Kalau ini teksturnya nggak
terlalu keras kalau pejantan. Karena ayam kampung keras teksturnya,
kalau ayam ini lembut dan empuk. Nyambung dengan tekstur nasi liwet
karena nasi liwet itu kan lembut," katanya.
Sedangkan untuk bumbu
ungkap, digunakan bumbu normal layaknya bumbu ayam pada umumnya. "Bumbu
ungkap sih normal lah. Kalau kita bikin di rumah kan diungkap dulu tuh,
pakai bumbu dasar," ujarnya.
Kenyang dengan menu nasi liwet, coba
juga minuman wedang bangsawan atau wedang rempah-rempah. Wedang
bangsawan seperti wedang uwuh yang ada di Jogja. Berisi rempah-rempah
seperti daun sirih, daun jeruk, kayu secang, jahe dan gula batu.
Wedang
berwarna merah berasal dari kayu secang. Kayu secang layaknya teh yang
diseduh lalu berubah warna. Maka meminumnya, paling pas selagi panas.
Wedang bangsawan merupakan minuman kesehatan. Nono mengatakan minuman
ini dipercaya bisa menyembuhkan pegal linu dan masuk angin.
"Di
badan itu segar rasanya, seperti kita orang minum jamu lah ya. Karena
ini kan sebenarnya jamu, kita buat minuman. Karena kalau jamu kan
identik dengan pahit ya, kalau ini kan minuman menyegarkan," katanya.
Restoran
Klapa Manis berada di Jalan Raya Cirebon Kuningan, Gronggong, Desa
Patapan, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. Restoran ini memang sengaja
didesain untuk memfasilitasi para keluarga. Saat sedang bersantap,
jangan kaget jika suatu waktu akan ada pesawat yang melintas di atas
langit terlihat begitu dekat. Pasalnya, Bandara Cakrabhuwana Cirebon,
berada tak jauh dari sana.










0 komentar:
Post a Comment