English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, June 24, 2013

Emas Rebound Dari Penurunan, Tapi Masih Berkonsolidasi

Emas berhasil pulih untuk diperdagangkan naik hampir 1% pada hari Jumat setelah sempat menyentuh level rendah dalam hampir selama 3 tahun, namun masih menuju penurunan mingguan terbesar dalam hampir selama 2 tahun setelah bank sentral AS mensinyalkan berakhirnya kebijakan moneter yang longgar. Emas rebound seiring bursa saham global, obligasi, dan komoditas stabil pada hari Jumat, sehari setelah aksi jual yang dipicu oleh rencana Federal Reserve untuk mengurangi program quantitative easing miliknya. Namun kenaikan hanya menghapus sebagian kecil dari penurunan sebesar 5.4% pada hari Kamis lalu. Emas turun lebih dari 7% sejak hari Jumat lalu, penurunan mingguan terbesar sejak anjlok dari rekor tinggi pada September 2011.
"Emas akan mencoba berkonsolidasi dekat level rendah saat ini, namun peluang untuk keberlanjutan rebound kecil," ucap Andrey Kryuchenkov analis pada VTB Capital. "Aksi beli fisik emas masih sepi. Tingkat inflasi rendah, tingkat permintaan musiman dari Asia masih belum marak, dan dollar menguat, maka biaya untuk kepemilikan emas akan naik dalam waktu dekat," ucapnya. "Mengingat adanya pemulihan makroekonomi, bursa saham akan berperforma lebih baik dari emas. Emas tidak lagi dianggap sebagai aset safe haven, sehingga tidak ada alasan untuk membeli emas." Prospek penarikan QE mendorong investor untuk menjauhi emas, ucap analis

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top