Emas berfluktuasi pada perdagangan Senin (10/6) setelah
turun 2 persen pada sesi sebelumnya (Jumat) mengikuti data pekerjaan AS yang
mengisyaratkan bahwa Federal Reserve bisa segera mulai menarik skala stimulus
moneter.
Spot emas sempat naik hingga 0,08 persen menjadi $ 1,388.20 per ounce pada awal perdagangan sesi Asia, setelah mencatat penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari tiga minggu
terakhir pada hari Jumat lalu. Saat ini emas kembali terkoreksi di kisaran level $ 1,381.90.
Market China libur untuk merayakan Perayaan Dragon Boat Festival selama 3 hari, sementara market Asia lainnya tetap buka seperti biasa.
Investor sepertinya masih yakin status safe-haven emas masih dapat terjaga
seiring pasar menantikan hasil pertemuan kebijakan moneter BoJ pada hari Selasa dan keputusan Mahkamah
Agung Jerman pada hari Rabu. Pasar berharap BoJ akan umumkan strategi baru
untuk menenangkan kekhawatiran atas pasar obligasi pemerintah Jepang. Pasar
juga ingin mengetahui apakah Mahkamah Agung Jerman masih akan memberikan restu
terhadap program pembelian obligasi ECB yang masih menjadi perdebatan di
Jerman.
Meski demikian, sentimen terhadap logam mulia tetap rapuh setelah data di
akhir pekan lalu kembali membuat investor khawatir Fed akan mengurangi program pembelian
obligasi dalam waktu dekat. Non-farm payrolls AS bertambah sebanyak 175.000 untuk
bulan Mei, lebih baik dari prediksi 167.000 dan revisi publikasi sebelumnya
149.000. Presiden Fed of Philadelphia, Charles Plosser, mengatakan laporan
tenaga kerja AS menunjukan efek pemangkasan belanja pemerintah terhadap
perekonomian AS tidak seburuk perkiraan dan ini menegaskan perlunya pengurangan
stimulus moneter.
Sepekan kedepan, data ekonomi yang akan
dirilis antara lain adalah data Retail Sales dan pengangguran mingguan Amerika
pada hari Kamis, data PPI (Producer Price Index) dan data Sentimen Konsumen
pada hari Jumat.
Daya beli konsumen
Amerika membaik sepanjang musim semi tahun ini. Data retail sales dan konsumsi
yang akan dirilis dalam waktu dekat diprediksi memuaskan. Angkanya akan sangat
berbeda dengan laporan sektor industri. Pekan lalu, pabrik-pabrik melaporkan
kontraksi aktivitas terbesar dalam empat tahun terakhir, penurunannya terjadi
baik dalam volume produksi maupun jumlah permintaan. Berkurangnya tingkat
permintaan produk dari luar negeri memang masih menjadi kendala utama. Investor
dapat mengetahui kejelasan prospek sektor industri Amerika dari data resmi
pemerintah yang dirilis Jumat nanti (14/06).
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment