Monday, June 3, 2013
Data Manufaktur AS Turun, Emas Naik Tajam Atas Penurunan Dollar
Laporan data
ekonomi AS dari sektor manufaktur yang dirilis oleh ISM (Institute of Supply
Management, Arizona melaporkan penurunan pada aktivitas manufaktur, dibawah
yang sudah diprediksikan oleh para analis.
Aktivitas
sektor manufaktur AS berkontraksi pada bulan Mei untuk pertama
kalinya dalam 6 bulan seiring berkurangnya jumlah pesanan baru dan tingkat
permintaan ekspor, menurut laporan industri. Sebuah laporan terpisah
menunjukkan belanja konstruksi di AS naik tipis, namun berada di
bawah estimasi analis. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks
aktivitas pabrik nasional turun di bulan Mei menjadi 49.0 dari 50.7 di bulan
april, Survei ekonom oleh Bloomberg sebelumnya telah memperkirakan Indeks ISM
menjadi 50.6. Terakhir kali indeks berada di bawah level 50 adalah November
2012 lalu, ketika badai besar menyerang AS.
Dollar melemah
tajam terhadap berbagai mata uang utama sejak pembukaan sesi Wall Street hari
Senin, sesaat setelah data ini dirilis, meraih level terlemahnya terhadap mata
uang Yen Jepang sejak bulan Mei, sementara mata uang Euro, Poundsterling dan Aussie juga
berhasil meroket vs Dollar.
Emas menguat
secara moderat di sesi perdagangan New York, terpantau
sejauh ini harga Emas menguat hingga ke level $ 1,416.90 per troy
ounce, naik 1,38% dari titik terendah hariannya di level $ 1,388.90. Meski menguat namun pergerakan
Emas masih dianggap sebagai koreksi setelah mengalami kejatuhan di hari Jumat
pelan lalu, selain itu pelemahan Dollar AS terhadap major currencies turut
menjadi katalis positif untuk logam mulia.
Secara
terpisah, indeks saham Nikkei Jepang jatuh tajam lagi seiring
fase reli Nikkei tampak telah berakhir, sejauh ini Nikkei telah jatuh 17% hanya
dalam waktu 2 minggu. Bahkan sebagian investor mulai khawatir pergerakan Nikkei
merupakan leading indicator atas pergerakan indeks saham AS dalam
beberapa minggu kedepan. Pelemahan bursa saham global ini seharusnya akan
menjadi pendongkrak harga Emas di jangka pendek.
(Mario Prabowo)











0 komentar:
Post a Comment