Bloomberg, (20/6) -- China bersiap untuk melewati India sebagai konsumen terbesar di dunia secepatnya di tahun ini setelah pemerintah New Delhi menaikan pajak impor emasnya sementara Beijing memberikan kelonggaran untuk berinvestasi emas, menurut kabar dari China Gold Association.
China telah menyetujui dua perdagangan sekaligus yang untuk pertama kalinya pada exchange-traded product (ETP) berbasis logam pada bulan ini, sementara India menaikan pajak untuk menekan permintaan yang telah menggerogoti neraca berjalannya dan sekaligus menekan nilai tukar rupee. Kedua negara tersebut memberikan kontribusi lebih dari setengah terhadap permintaan emas secara global.
Emas yang jatuh kedalam pasar bearish pada bulan April lalu, telah memicu lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kedua negara tersebut. Bullion jatuh 20 persen tahun ini ditengah kecemasan bahwa the Fed akan menekan stimulus moneternya yang selama ini telah membantu harga emas reli selama 12 tahun beruntun hingga 2012, dan para investor juga mengurangi kepemilikannya terhadap ETP berbasis emas.
Bullion untuk kemurnian 99.99 persen di Shanghai Gold Exchange jatuh 4.3 persen di kuartal pertama, dan berada di posisi 269.50 yuan per gram pukul 11:29 pagi waktu setempat. Emas untuk pengiriman segera (immediate delivery) di London berada 0.3 persen lebih rendah pada posisi $1347 per ounce.
Konsumsi domestik China mencapai 776,1 metrik ton pada tahun 2012, dibandingkan dengan 864,2 ton di India, menurut World Gold Council. Sementara Zhang dari asosiasi China juga menambahkan bahwa konsumsi melonjak lebih dari 36 persen menjadi 456,2 ton dalam kurun waktu empat bulan hingga April tahun ini.
India menaikkan bea masuk impor emas dari 6 persen menjadi 8 persen pada 5 Juni lalu, peningkatan empat kali lipat dari Januari tahun lalu dan bank sentralnya juga menempatkan pembatasan pada pengiriman atas dasar konsinyasi dan pengiriman masuk terbatas untuk konsumsi lokal terhadap uang tunai.
Impor ke India melonjak dalam dua bulan terakhir mengikuti anjloknya harga di April dan investor menjual logam untuk beralih ke aset berisiko di tengah spekulasi bahwa ekonomi global mulai pulih.
Huaan Asset Management Co dan Guotai Asset Management Co telah mendapat izin dari China Securities Regulatory Commission untuk memulai perdagangan ETF emas yang akan berdenominasi yuan. Itu akan diperdagangkan seperti saham di Bursa Efek Shanghai, melacak pergerakan emas spot di Shanghai Gold Exchange. (brc)











0 komentar:
Post a Comment