English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sudirman Plaza, Gedung Plaza Marein Lt. 7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76 – 78, Jakarta 12910 Telp : (021) 5793 6555 (Hunting), Fax : (021) 5793 6546 E-mail : admin@kontak-perkasa-futures.co.id

Thursday, July 20, 2017

Ketua DPD Gerindra Prov Kepulauan Riau Diperiksa Terkait Kasus Penipuan


Ketua DPD Gerindra Prov Kepulauan Riau, Iman Sutiawan dilaporkan ke Polresta Barelang terkait kasus penipuan.‎

Iman  yang juga  wakil ketua DPRD Batam saat ini tengah dimintai keterangan di Unit I Satreskrim Polresta Barelang.

Informasi yang dihimpun Tribun dilapangan, Iman diperiksa sejauh ini sebagai saksi terkait kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilaporkan salah satu kader partai Gerindra.

"Masih sebagai saksi saja. Kita masih mintai keterangan. Memang laporan yang masuk ini terkait penipuan," sebut wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Herman Kelly.

Namun Kelly belum mengetahui secara detail siapa nama kader yang membuat laporan tersebut.

Yang jelas sejau ini, yang melapor tersebut adalah partai Gerindra.

"Kita masih melakukan pemeriksaan. Dan ketua Gerindra ‎masih sebagai saksi," tegasnya.
PT Kontak Perkasa Futures

Wednesday, July 19, 2017

Cadangan Minyak Meningkat, WTI Bergerak Melemah


Minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan Rabu (19/7/2017) setelah laporan yang menunjukkan cadangan minyak mentah AS meningkat pekan lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus melemah 0,24% ke level US$46,29 per barel pada pukul 6.20 WIB di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, WTI ditutup menguat 0,54% ke level US$46,40 per barel.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman September menguat 0,58% atau 0,28 poin ke level US$48,70 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Seperti dilansir Bloomberg, American Petroleum Institute (API) merilis data pada Selasa (18/2/2017) yang menunjukkan persediaan minyak AS meningkat sebesar 1,63 juta barel

Angka tersebut akan menjadi peningkatan cadangan terbesar sejak Juni jika dikonfirmasi oleh data Badan Administrasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) pada hari Rabu.

"Saya mengharapkan adanya penurunan [cadangan] minyak mentah," ujar James Williams, ekonom WTRG Economics, seperti dikutip Bloomberg.

“Namun jika EIA mengkonfirmasi data API, harga minyak mentah akan turun. Tidak ada keraguan tentang itu. Kami tentu mempertimbangkan untuk kembali ke tren pasar bearish," lanjutnya. (sumber:bisnis.com)
Kontak perkasa

Monday, July 17, 2017

CEO Telegram Meminta Maaf ke Menkominfo, Untuk Apa?


Kontak perkasa -  Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo), Rudiantara, mengatakan telah menerima permintaan maaf dari CEO Telegram, Pavel Durov, pada Minggu (16/7/2017) pagi ini.

Permintaan maaf itu terkait pengoperasian layanan chat Telegram di Tanah Air yang tak sesuai dengan perundang-undangan karena memuat channel yang berbau radikalisme dan terorisme.

Rudiantara menceritakan, Durov selama ini tidak tahu bahwa Kominfo telah berupaya menghubungi Telegram sejak 2016. Terlepas dari itu, Rudiantara mengapresiasi respons dari Durov.

"Saya mengapresiasi respons dari Pavel Durov dan Kominfo akan menindaklanjuti secepatnya dari sisi teknis lebih detil agar SOP bisa segera diimplementasikan," kata dia pada KompasTekno, Minggu (16/7/2017), lewat pesan singkat.

Permintaan maaf Durov ini sekaligus membantah klaim pendiri Telegram ini yang mengaku belum pernah dihubungi pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, Durov mengatakan adanya keanehan dalam pemblokiran Telegram di Indonesia karena ia tidak pernah mendapat permintaan penghapusan konten maupun komplain dari Kominfo.

Meski permintaan maaf Telegram sudah terucap dan diterima pemerintah, belum disebutkan kapan pemblokiran Telegram akan dicabut. Langkah-langkah teknis yang tengah disiapkan Kominfo pun belum diumbar.

"Kami fokus untuk secepatnya membuat proses teknis," hanya begitu ujar Rudiantara.
Diketahui, Pavel Durov melalui channel resmi Telegram-nya pada hari ini menjabarkan tiga poin solusi agar pemerintah membatalkan pemblokiran layanan chatting tersebut. Berikut ketiga poinnya.

Pertama, memblokir semua channel publik yang berhubungan dengan terorisme, sesuai laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kedua, Pavel telah menghubungi Kemenkominfo via e-mail untuk menjalin komunikasi personal sehingga ke depannya lebih efisien berhubungan terkait pemberantasan konten terorisme.

Ketiga, Telegram sedang membentuk tim moderator khusus yang paham bahasa dan budaya Indonesia. Dengan begitu, laporan-laporan tentang konten berbau terorisme bisa diproses dengan lebih cepat dan akurat.

Seperti diketahui, layanan chat Telegram mulai diblokir pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat (14/7/2017). Alasan pemblokiran layanan pesaing WhatsApp ini terkait konten radikalisme dan terorisme.

Telegram diblokir karena dianggap memuat kanal bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (sumber:kompas.com)
Kontak perkasa

Thursday, July 13, 2017

Trump bela putranya, kecam media terkait masalah email


Presiden Donald Trump pada Rabu (12/7) melalui Twitter membela putranya, dengan mengatakan anak sulungnya itu "tidak bersalah" di tengah kehebohan sejumlah surat elektronik (surel) yang memicu spekulasi lebih lanjut terkait peran Moskow dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Donald Trump Jr merilis serangkaian surel pada Selasa yang menunjukkan dia menerima upaya Rusia untuk mendukung kampanye ayahnya pada pemilu tersebut, mengakui bahwa dia "ingin mengetahui" informasi yang dapat merusak citra Hillary Clinton dari Moskow.

"Anak saya Donald Jr melakukan pekerjaan yang baik tadi malam," ujar Trump melalui Twitter, merujuk pada wawancara putranya pada Selasa di Fox News.

"Dia terbuka, transparan dan tidak bersalah. Ini adalah Perburuan Penyihir terbesar dalam sejarah politik. Menyedihkan!" imbuhnya.

Menurut sejumlah surel itu, Donald Jr diberitahu oleh seorang teman bahwa dia bisa mendapatkan "informasi tingkat tinggi dan sensitif" yang merupakan "bagian dari Rusia dan dukungan pemerintahnya untuk Trump."

Dia mengatakan di Fox, pertemuannya dengan seorang perempuan yang diidentifikasi dalam surel itu sebagai "pengacara pemerintah Rusia", berakhir dengan sia-sia, menambahkan bahwa dia tidak memberi tahu ayahnya tentang pertemuan itu karena gagal menghasilkan informasi yang dapat merusak citra Clinton.

Donald Trump juga mengecam media pada Rabu.

"Ingat, ketika Anda mendengar kata-kata 'narasumber mengatakan' dari Media Palsu, sering kali itu bisa dibuat-buat dan fiktif," ujarnya di Twitter.

Tidak jelas laporan mana yang dia maksud, mengingat laporan berita tentang pertemuan Trump Jr dengan pengacara Rusia dikonfirmasi oleh emailnya sendiri, demikian menurut warta Kantor Berita AFP. (sumber:antaranews.com)
PT Kontak Perkasa Futures

 
Back to Top