English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sudirman Plaza, Gedung Plaza Marein Lt. 7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76 – 78, Jakarta 12910 Telp : (021) 5793 6555 (Hunting), Fax : (021) 5793 6546 E-mail : admin@kontak-perkasa-futures.co.id

Friday, December 15, 2017

PT Kontak Perkasa Futures | IHSG rekor, simak saham pilihan berikut






Kontak perkasa - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan 0,98% di level 6.113,65 pada 14 Desember 2017. Berdasarkan indikator daily, MACD berhasil membentuk pola golden cross di area positif.

Stochastic dan RSI masih berada di area netral namun bergerak menanjak ke atas. Terlihat pola three outside up candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham. "Dengan demikian, IHSG berpotensi menuju ke area resistance pada level 6.133 dan 6.153," terang Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Parama Sekuritas dalam riset yang diterima.

Baca Juga:
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | Kontak Perkasa Futures
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT Kontak Perkasa

Support pertama dan kedua berada di 6.077 dan 6.041. Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. PT Adhi Karya Tbk (ADHI): indikator RSI telah meninggalkan area jenuh jual dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada area level level 1.750 – 1.810, dengan target harga secara bertahap di level 1.965, 2.090, 2.220, 2.350 dan 2.470. Support: 1.705.

2. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA): harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola three inside up candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada area level 416 - 478, dengan target harga secara bertahap di level 626 dan 640. Support: 374.

3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): harga bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation. “Akumulasi Beli” pada area level 21.000 – 21.100, dengan target harga di level 21.475. Support: 20.650.

4. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR): harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat beberapa pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2.210 - 2.230, dengan target harga secara bertahap di level 2.470, 2.570 dan 2.750. Support: 2.150.

5. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya koreksi sehat pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 3.400 - 3.470, dengan target harga secara bertahap di level 3.180.

6. PT Harum Energy Tbk (HRUM): pergerakan harga mulai membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Selain itu, indikator MACD menunjukkan pola golden cross di area negatif. “Akumulasi Beli” pada level 2.040 – 2.060, dengan target harga secara bertahap di level 2.120, 2.290, 2.400, 2.510 dan 2.750. Support: 1.970.

Edited: PT Kontak Perkasa Futures

Monday, November 27, 2017

PT Kontak Perkasa Futures | BPJS butuh pajak dosa bukan APBD






Kontak perkasa - Pemerintah berencana agar Pemda ikut serta dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan menanggulangi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Oleh karena itu, saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah untuk rencana ini.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, BPJS Kesehatan yang tercatat defisit Rp 9 triliun ini memang membuat publik bertanya-tanya. Sebab, masyarakat membayar iuran yang tidak sedikit.

Namun, kini langkah pemerintah adalah melakukan sharing beban biaya pengobatan penyakit kronis ke keluarga pasien dan membebankan ke anggaran daerah. “Ini sebuah hal yang pastinya absurd dan melanggar prinsip BPJS itu sendiri yakni meringankan beban masyarakat Indonesia dalam hal biaya kesehatan,”.

Meski begitu, menurut Bhima, sebenarnya ada cara yang lebih kreatif. Salah satunya adalah dengan penerapan pajak dosa atau sin tax. Cara ini diterapkan dibanyak negara yang memiliki jaminan kesehatan universal, contohnya Inggris dengan National Health Services (NHS).

“Uang dari rokok, dan barang kena cukai yang berbahaya bagi kesehatan dipungut lalu dikelola untuk menutup defisit pelayanan kesehatan. Artinya, agar BPJS Kesehatan masih bisa survive kuncinya adalah memperluas dan mengoptimalkan basis pajak dosa,” ucap dia.

Sayangnya, Indonesia masih sempit dalam menerapkan barang kena cukai (BKC) dengan hanya ada tiga BKC, yakni rokok, alkohol, dan etil alkohol. Dari tiga barang itu 95% hasil cukai Indonesia berasal dari rokok.

“Sedangkan Thailand dan Singapura punya lebih dari 10 barang kena cukai dan tidak bergantung dari rokok semata,” kata Bhima.

Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah fokus pada perluasan barang kena cukai yang berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, asap kendaraan bermotor yang sama berisikonya dengan asap rokok. Selain untuk mengurangi dampak polusi udara bagi kesehatan dan lingkungan, pajak dosa kendaraan bermotor juga bisa digunakan untuk iuran defisit BPJS Kesehatan.

“Hasil hitung-hitungan INDEF tahun 2016, total penerimaan cukai kendaraan bermotor baik mobil dan sepeda motor bisa mencapai Rp 5 triliun per tahun,” jelasnya.

Potensi pajak dosa lainnya adalah minuman berpemanis di mana diabetes penyumbang kematian nomor tiga 3 di Indonesia menurut data WHO.

“Jebolnya keuangan BPJS Kesehatan membuka peluang agar pemerintah lebih kreatif memperluas basis pajak dosa. Tentunya harus dibicarakan baik-baik dengan pelaku industri,” katanya.

Friday, November 24, 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Minyak kembali terkoreksi pasca rekor



PT Kontak Perkasa - Harga minyak melandai pada perdagangan Kamis (23/11) ditandai dengan terkoreksinya harga minyak di AS setelah menyentuh rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir pada hari sebelumnya.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,1% ke level US$ 57,89 per barel, namun ini masih ditutup mendekati level tertingginya di US$ 58,15 per barel yang tercapai di Rabu lalu. 

Sementara minyak Brent ditutup melemah 0,3% ke level US$ 63,14 per barel dibanding penutupan di sehari sebelumnya.

Harga minyak WTI sebelumnya tersokong penutupan pipa Keystone di Kanada yang berproduksi 590.000 barel per hari. Ini salah satu jaringan pipa minyak mentah terbesar dari Kanada ke Amerika Serikat (AS). Pergerakan harga minyak juga mendapat angin dari penurunan pengiriman minyak lainnya, meskipun persediaan minyak di AS menyentuh rekor tertinggi.

"Pasokan minyak dari utara yang menurun ke AS dan ekspor kuat dari Selatan cenderung mendukung penurunan persediaan minyak di AS," ujar Ole Hansen, kepala Strategi Komoditas Saxo Bank.

Persedian minyak AS turun 1,9 juta barel pada pekan lalu menjadi 457,14 juta barel. Jumlah tersaebut turun 15% dari rekornya di Maret ke level di bawah persediaan minyak pada 2016.  

 
Back to Top