English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sudirman Plaza, Gedung Plaza Marein Lt. 7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76 – 78, Jakarta 12910 Telp : (021) 5793 6555 (Hunting), Fax : (021) 5793 6546 E-mail : admin@kontak-perkasa-futures.co.id

Wednesday, January 18, 2017

Lusa, Pajak akan kembali memanggil Google

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan memanggil Google lantaran perusahaan internet raksasa dunia tersebet belum menyerahkan dokumen elektronik perpajakan secara lengkap.

Permintaan dokumen lengkap ini sudah diajukan pemerintah sejak tahun lalu. Saat ini, pemerintah masuk tahap memeriksa bukti permulaan.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, dalam kurun waktu singkat pihaknya akan memanggil Google lewat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

"Besok yang lagi heboh (Google) oleh Pak Haniv akan kami panggil. Kalau tidak, ya kami lakukan penindakan," ujar Ken di Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (17/1).

Terpisah, Haniv mengatakan bahwa dirinya akan memanggil pihak Google Singapura. Nantinya, pihak Google akan dipertemukan langsung oleh Dirjen Pajak.

"Rencananya, lusa akan langsung dipertemukan dengan Dirjen Pajak (Ken)," ujarnya.

Menurut Haniv, agendanya pada pertemuan tersebut adalah klarifikasi dokumen tambahan.

"Kami akan klarifikasi. You punya tidak berkasnya? Kalau punya, mana? Seperti itu," ucapnya.

Adapun Ken mengatakan bahwa dirinya tidak akan segan-segan untuk meningkatkan level pemeriksaan menjadi penyidikan. Dalam level penyidikan, Google akan dikenakan tarif 400%

"Akan saya sidik sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia," ujarnya.

Meski masih dalam tahap pemeriksaan bukti permulaan, proses investigasi yang berjalan melibatkan ahli teknologi informasi dan ahli forensik teknologi tetap dilakukan. Dalam investigasi ini DJP menemukan bahwa Google memiliki sekitar 140 unit Dedicated Catch server di Indonesia.

Menurut Haniv server-server tersebut itu merupakan bentuk Badan Usaha Tetap (BUT) sebagai syarat dikenakan pajak. Beberapa di antaranya tersebar diseluruh indonesia. Terbanyak di wilayah DKI

"Kita punya bukti kok. Jadi kami tidak sembarangan. Kami lakukan investigasi, tim saya sudah turun, bagaimana proses bisnisnya mereka," ucapnya.

Haniv bilang, saat ini dokumen dari Google menyangkut pajak yang sudah diberikan kepada DJP hanyalah pengakuan total revenue yang bersumber dari indonesia

"Ya, mereka declare dalan bentuk dokumen, tetapi dalam pemeriksaan, dokumen tersebut tidak cukup," ujarnya. (sumber: kontan.co.id)
PT Kontak Perkasa Futures

Tuesday, January 17, 2017

Bapak Kiamat: Trump akan memohon QE4 kepada Fed

Kontak perkasa - Analis yang kerap dikenal dengan sebutan Bapak Kiamat, Marc Faber, menilai kebijakan presiden terpilih AS Donald Trump akan membantu perekonomian Amerika. Namun, masalahnya, tidak akan ada cukup cadangan dana untuk jangka panjang.

"Trump sangat pro-bisnis, sehingga cukup wajar jika mood pelaku bisnis kecil menengah, korporasi, dan investor kian membaik," kata Faber kepada CNBC.

Meski Faber memprediksi pasar saham akan terus mendaki, dia mencatat bahwa hal ini tidak akan cukup baik bagi investor jika kondisinya mulai berbalik arah.

"Saya rasa ekonomi di masa Trump akan membaik, tapi itu bukan berarti harga aset-aset akan terus mendaki, karena harga mereka sudah terinflasi," jelasnya. Namun, jika dibandingkan dengan wawancara sebelumnya, retorika Faber masih lebih baik. Di wawancara sebelumnya, Faber meramal pasar saham AS akan kolaps dan kondisinya lebih buruk dibanding tahun 80-an.

"Jika seseorang mau berada di market, saya melihat pasar saham lain -selain Amerika- lebih menarik," kata Faber.

Dia mencatat, di 2017, Argentina, Brazil dan ETF emerging market sudah akan melampaui kinerja S&P 500. "Pasar saham asing akan melampaui kinerja pasar saham AS, dan jika keduanya mengalami penurunan, maka pasar saham AS akan turun lebih dalam," paparnya.

Menurutnya, investasi yang masih menarik di AS saat ini hanyalah saham-saham berbasis emas, perak, dan platinum. "Kita memiliki perusahaan tambang emas yang hebat di AS," jelasnya.

Sekadar informasi, harga emas sudah naik 3% di sepanjang tahun ini. Saham-saham tambang melonjak lebih dari 8% pada periode yang sama. "Saya rasa emas memiliki performa yang cukup fantastis," imbuhnya.

Di sisi lain, Faber juga memprediksi, perekonomian AS akan stagnan dan defisit anggaran akan kian membengkak. Kondisi ini akan mendorong Trump "memohon" kepada The Fed untuk meluncurkan quantitative easing 4 (QE4). "Hal ini nantinya akan menyebabkan dollar melemah dan harga emas akan meroket," paparnya. (sumber: kontan.co.id)
PT Kontak Perkasa

Thursday, January 12, 2017

Waspadai enam penawaran investasi ilegal ini

Kontak perkasa - Memasuki tahun 2017, Satgas Waspada Investasi dan OJK semakin gencar memberantas maraknya tawaran investasi ilegal dengan imbal hasil selangit. Setidaknya di awal tahun ini, ada enam perusahaan yang masuk daftar hitam Satgas dan dinyatakan resmi ilegal.

Seperti didapati dari rilis resmi OJK dan Satgas, Rabu (11/1), keenam kegiatan ini memiliki kegiatan usaha menawarkan investasi yang tidak memiliki izin dan berpotensi besar merugikan rakyat.

Dengan lahirnya cap ilegal, maka diimbau bagi keenam perusahaan antara lain PT Compact Sejahtera Group (Compact 500 atau Koperasi Bintang Abadi Sejahtera atau ILC), PT Inti Benua Indonesia, PT Inlife Indonesia, Koperasi Segitiga Bermuda (Profitwin77), PT Cipta Multi Bisnis Group dan PT Mi One Global Indonesia untuk segera menghentikan kegiatannya.

Keenam perusahaan tersebut diharapkan tidak lagi merekrut anggota baru dan tidak melakukan aktivitas terkait penghimpunan dana masyarakat lagi. Pemantauan sudah dilakukan oleh Satgas dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami akan terus memantau aktivitas tawaran investasi ilegal,” kata Tongam Lumban Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi kepada KONTAN, Rabu (11/1).

“Kan sudah jelas sekarang perusahaan-perusahaan apa saja yang ilegal, masyarakat yang menjadi anggota kami imbau untuk segera menarik dananya kembali,” saran Tongam. Nantinya jika terdapat kendala dalam penarikan dana yang sudah tertanam bisa dilakukan melalui laporan ke pihak kepolisian.

Tongam juga mengimbau untuk terus waspada dan berhati-hati akan tawaran investasi yang muncul sekarang ini. “Penting mengecek legalitas dan proses perputaran dananya, kalau ragu silahkan hubungi Satgas Waspada Investasi. Jangan sampai menuai kerugian di masa depan,” tutup Tongam. (sumber: kontan.co.id)
PT Kontak Perkasa

Wednesday, January 11, 2017

Hubungan China dan AS memanas

Kontak perkasa - Hubungan China dan Amerika Serikat (AS) semakin panas. China mulai gerah dengan sikap AS yang dianggap sudah ikut campur terkait urusan China dengan Taiwan. Tabloid Global Times melaporkan, China dikabarkan bersiap melakukan balas dendam kepada Negeri Paman Sam.

AS dinilai mulai mengingkari one china policy. Ini adalah prinsip kesatuan China, alias hanya ada satu negara yang disebut China. Prinsip ini menegaskan Taiwan dan China adalah bagian yang tidak terpisahkan.

Global Times menulis, jika presiden terpilih AS, Donald Trump ingkar pada kebijakan tersebut, maka masyarakat China akan menuntut pemerintahnya untuk membalas perlakuan AS tersebut. "Tidak ada ruang untuk tawar menawar," tulis Global Times, Senin (9/1).

Pemerintah China rupanya kecewa dengan Trump, karena dinilai tidak berupaya menjaga hubungan China–AS. Trump juga dinilai tidak berusaha menjaga dan menghormati tatanan politik yang ada antara Pemerintah AS dengan pemerintahan di kawasan Asia Pasifik.

Tabloid yang diterbitkan oleh Partai Komunis China tersebut menegaskan, Trump dinilai telah ingkar janji pada kebijakan one china policy.

Aksi Trump yang menerima panggilan telepon dan ucapan selamat dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada bulan lalu, telah menyulut protes dari masyarakat Beijing.

Pemerintah Beijing pun kini mempertanyakan komitmen AS terhadap kedaulatan China atas Taiwan, yang merupakan bagian dari China.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mendesak para pejabat AS segera menangani masalah Taiwan. Hal ini untuk menghindari memburuknya hubungan China dan AS.

"Kami tegas menentang pemimpin wilayah Taiwan atas kunjungan transitnya, melakukan kontak dengan para pejabat AS dan terlibat dalam kegiatan yang mengganggu dan merusak hubungan China-AS," kata Lu seperti dikutip Reuters. (sumber: kontan.co.id)

Kontak Perkasa Futures

 
Back to Top