KONTAK PERKASA (04/12) - Harga emas stabil di pasar Asia dengan tetap fokus pada permintaan musim liburan sementara pelaku pasar juga tertarik pada dolar.
Di Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 1,209.10 per troy ounce, setelah mencapai terendah sesi semalam di $ 1,194.20 dan tertinggi pada $ 1,214.90.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,205.83 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,201.33 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,208.22 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,210.33 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,217.91.
Emas telah mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir pada ekspektasi kebijakan moneter AS yang kurang akomodatif dan meningkatkan permintaan untuk dolar, yang cenderung saling berlawanan dengan logam kuning.
Semalam, emas berjangka naik setelah data menunjukkan sektor swasta AS menciptakan pekerjaan lebih sedikit dari yang diperkirakan pada bulan November.
ADP prosesor penggajian melaporkan sebelumnya bahwa sektor swasta AS menciptakan 208.000 pekerjaan pada bulan November, jauh dibawah perkiraan untuk tumbuh sebanyak 223.000 pekerjaan dan turun dari 233.000 pada bulan Oktober.
Namun, jumlahnya melampaui 200.000, yang meredam kekhawatiran bahwa laporan pekerjaan resmi bulan November yang akan dirilis pada hari Jumat mungkin akan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedikit melemah.
Dolar mengabaikan laporan tersebut, meskipun emas naik setelah pelaku pasar menemukan ruang untuk mengambil posisi harga di logam kuning di tengah kekhawatiran emas dapat oversold.
Institute of Supply Management melaporkan sebelumnya mengatakan bahwa PMI non-manufaktur naik menjadi 59,3 pada November dari 57,1 pada bulan Oktober.
Para analis telah memperkirakan indeks untuk naik hingga 57,5 pada bulan November, dan laporan yang lebih baik dari perkiraan terus membangun harapan yang kuat bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga tahun depan, yang membatasi keuntungan emas.
Sementara itu, harga minyak mentah berjangka di New York menguat untuk kedua kalinya dalam tiga hari. Korelasi antara emas dan minyak naik pada hari Rabu, yang merupakan link terkuat sejak Juli 2013.
Pelaku pasar sering menilai harga energi dan dampaknya terhadap biaya konsumen. Pada bulan November, harga logam emas merosot ke level terendah empat tahun karena dolar menguat dan permintaan emas untuk lindung nilai inflasi terlihat teredan setelah harga minyak mentah anjlok.
Perdagangan emas fisik di bursa terbesar China dilaporkan sudah melampaui rekor volume pada tahun lalu ketika negara konsumen emas terbesar di dunia berusaha untuk menggunakan pengaruhnya di pasar emas global.
Volume kontrak di Shanghai Gold Exchange berada pada kisaran 12.077 metrik ton dalam 10 bulan terakhir hingga Oktober, dibandingkan dengan 11.614 ton selama tahun 2013, menurut data di website bursa.
China telah menyalip India sebagai pengguna emas terbesar di dunia pada tahun lalu ketika konsumsi emas di Eropa menyusut di tengah aliran global emas dari barat ke timur. Sementara itu, China terus memperluas pengaruhnya pada pasar emas batangan dengan kontrak baru yang bertujuan untuk memikat investor internasional.
Cepat atau lambat Barat akan menghentikan penjualan emas, dan permintaan emas fisik akan datang dari tempat lain. Akhirnya akan tercermin berapa harga emas sebenarnya harus ditentukan dan ini akan mendorong harga emas bergerak lebih tinggi.
Perak berjangka untuk pengiriman Maret turun 0,11% pada $ 16,405 per troy ounce. Tembaga berjangka untuk pengiriman Maret turun 0,01% pada $ 2,869 per pon.

No comments:
Post a Comment