Tuesday, December 9, 2014

Emas Sedikit Menguat Di Asia

komoditi, gold update, highlight, latest news
KONTAK PERKASA (09/12) - Emas kembali menguat setelah short covering di pasar berjangka dan bargain hunting di pasar emas fisik serta melemahnya dolar terhadap yen menjadi pencetus penguatan.

Semalam, harga emas naik tipis, di tengah ekspektasi bank sentral di Cina, Jepang dan Eropa akan menambah stimulus untuk mendorong pertumbuhan.

Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 1,203.80 per troy ounce, naik 0,08%.

Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,197.13 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,190.53 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,200.87 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,203.73 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,210.33.

Perak berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,12% diperdagangkan pada $ 16,377 per troy ounce.

Tembaga untuk pengiriman Maret turun 0,06% diperdagangkan pada $ 2,883 per pon.

Harapan untuk stimulus lebih lanjut meningkat setelah data yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan China lebih lemah dari yang diperkirakan pada bulan November, sementara ekonomi Jepang menyusut lebih dari yang dilperkirakan pada kuartal ketiga.

Ekspor China naik 4,7% , lebih rendah dari ekspektasi untuk naik 7,9%, sedangkan impor turun 6,7%, dibandingkan dengan perkiraan untuk naik 3,5%.

Surplus perdagangan negara itu melebar ke $ 54,5 miliar bulan lalu dari $ 45,4 miliar pada bulan Oktober, dibandingkan dengan perkiraan untuk surplus sebesar $ 43,2 miliar.

Sementara itu, di Jepang, data revisi menunjukkan bahwa perekonomian negara itu menyusut tahunan sebesar 1,9% pada kuartal ketiga, lebih dari perkiraan awal untuk turun 1,6%.

Pada basis per kuartal, ekonomi kontraksi 0,5% dalam tiga bulan hingga September, dibandingkan dengan perkiraan awal untuk kontraksi 0,4%.

Di zona euro, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan pekan lalu bahwa bank akan menilai kembali program stimulus pada kuartal pertama 2015, setelah para pejabat mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian aset.

Draghi mengatakan bank berpotensi mengubah ukuran, skala dan komposisi program stimulus yang ada. Dewan pemerintahan tetap sepakat bahwa akan mengambil tindakan lebih lanjut, jika diperlukan, tambahnya.

OECD mengeluarkan laporan pada hari Senin mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lemah di Uni Eropa akan melambat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang, termasuk potensi Uni Eropa untuk jatuh kembali ke dalam resesi. OECD memperkirakan ada perlambatan dalam perekonomian Inggris dan Rusia.

Pejabat Bank Sentral Eropa Ewald Nowatny, mengatakan melemahnya ekonomi zona Eropa akan terus "membesar."  Investor akan tetap waspada di tengah spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa yang bersiap akan menambah kebijakan moneter lebih lanjut pada awal tahun depan.

Anggota Dewan Eksekutif ECB, Benoit Coeure mengatakan bahwa para pembuat kebijakan pekan lalu telah menyetujui tentang bagaimana dan kapan harus bereaksi terhadap risiko inflasi yang akan terus bergerak ke bawah pada awal 2015.

Bank sentral China tampaknya terus melihat harga emas pada saat ini sebagai satu kesempatan yang langka. Bank sentral China telah mengeluarkan draft rencana pelonggaran pembatasan impor emas ke China.

No comments:

Post a Comment